Mengatasi Galau

Galau, galau, galau. Kosa kata ini begitu populer untuk menggambarkan suasana hati yang resah, cemas, sedih, dan tak menentu. Banyak hal yang menyebabkan galau, masalah keluarga, pertemanan, pekerjaan, percintaan, dan lain sebagainya.

Ketika dilanda perasaan galau, dunia kita seakan menyempit dan yang ada di hadapan kita adalah masalah yang tengah dihadapi. Tersenyum menjadi sangat sulit, tidak menikmati aktifitas, kehilangan semangat, menonton komedi pun terasa garing, bahkan terkadang nafsu makan pun hilang.

Waduh, memang penyakit galau ini harus segera diatasi agar tidak menjadi depresi. Tapi bagaimanakah caranya? Menurut saya ada banyak hal yang bisa dilakukan ketika sedang galau.

Yang pertama adalah menulis. Ya menulis untuk menuangkan segala beban yang sedang berkecamuk di dalam hati. Di fb, twitter, blog, atau media sosial lainya kita bisa menulis tentang apa yang kita hadapi.

Yang kedua adalah membaca. Kebiasaan membaca memang sangat berguna. Ketika membaca sebenarnya kita memasukkan input input memori pengetahuan ke otak kita, sehingga dengan sendirinya pengetahuan dan wawasan akan bertambah. Membaca novel misalnya, akan membuat pengalaman batin dan imajinasi kita terasah. Jadi ketika galau, cari buku, majalah, atau artikel online, yang positif tentu saja, untuk mengobati kegalauan.

Yang ketiga adalah menonton film. Saya merekomendasi menonton film bukan sinetron atau tontonan lainya karena ketika menonton film, genre apapun, kita diajak sejenak untuk melupakan masalah dan menikmati alur cerita. Menurut pendapat saya, film mengasah imajinasi dan daya analisis kita (terutama ketika film yang ditonton berbahasa konotatif dan alur cerita yang maju mundur). Ketika memperbincangkan film yang kita tonton bersama teman pun merupakan diskusi yang membentuk daya analitis dan kritis.

Yang keempat adalah membantu orang lain. Bukan untuk menjadi sok pahlawan tapi untuk bisa merasakan bahwa kita bukanlah orang yang paling malang sedunia. Masih ada orang yang bernasib sama bahkan mungkin lebih kurang beruntung keadaanya daripada kita. Misalnya dengan menyisihkan uang untuk lembaga sosial, memberi hadiah kepada keluarga, membantu orang di sekeliling, intinya berusaha menjadi sebab bagi kebahagiaan orang lain.

Yang kelima adalah bersyukur. Kenapa saya letakkan syukur ini paling akhir? Karena ketika galau, yang dirasakan oleh mata batin adalah kegelisahan dan kemurungan akibat masalah yang dihadapi. Sulit untuk menghindar dari pertanyaan, kenapa ini harus terjadi? Kenapa yang kuinginkan belum juga terwujud? Pertanyaan seperti inilah yang membuat nikmat nikmat yang sudah ada di sekeliling kita seakan menjadi hilang.

Ketika rasa sakit itu datang cobalah untuk menikmatinya. Ya menikmatnya sebagai sebuah proses dalam hidup. Ketika rasa sakit itu datang lagi, saat itulah waktu yang tepat untuk berdoa dan mulai hadirkan wajah wajah keluarga kita. Ibu, ayah, suami, anak, betapa beruntungnya kita masih dianugerahi keluarga. Keluarga yang selalu menjadi tempat berlabuh dan kembali.

Dengan berlalunya waktu, bahkan perasaan galau pun menjadi indah ketika mengantarkan kita pada suatu titik, ya Alloh, aku ikhlas, maafkan segala khilafku, kini aku sepenuhnya pasrah kepadaMu.

2 thoughts on “Mengatasi Galau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s