Tips Perjalanan ke Singapore

Banyak orang yang mendengar bahwa berlibur ke Singapura lumayan murah dari segi tiket. Dan memang ketika kami sekeluarga kesana harga tiket kapal ferry pulang pergi dari Batam untuk 3 orang hanya 470 ribu saja.

Namun sewaktu pulang saya kaget karena ternyata ada pajak 21 dollar singapura perkepala ketika check in ferry untuk pulang. Memang suami yang pernah kesana bilang rata rata biaya masuk singapura adalah Sing $38. Dan memang yang membuat mahal adalah tax, pajak masuk tadi.

Ketika sampai di pelabuhan singapur, yang pertama harus diwaspadai adalah petugas keamanan yang ada di belakang imigrasi. Mereka akan selalu bertanya kepada orang yang dianggap mencurigakan. Singapur mewajibkan setiap pendatang untuk mencantumkan dengan jelas alamat yang dituju. Kalau tidak ada tujuan yang jelas, kita tidak diperbolehkan masuk.
Jadi ketika mengisi formulir di imigrasi, cari alamat hotel di singapur via google, tulis disana sebagai alamat tujuan kita. Tentu saja kita tidak harus menginap di hotel tersebut kalau memang kita mau berjalan jalan dalam sehari saja.

Setelah sampai di pelabuhan singapur, carilah stasiun MRT terdekat. Beli kartu MRT seharga $12 yang berisi $7. Setiap
masuk stasiun MRT dikenakan biaya $4. Sistem MRT sebenarnya sama dengan bus trans Jogja atau trans Jakarta. Sekali masuk bayar $4 tapi kita bebas berganti kereta sampai ke tujuan kita.

Tipsnya adalah sebelum naik lihat papan penunjuk perjalanan MRT. Disitu tercantum nama kereta dan tempat perhentian yang dilalui. Nah dari MRT kita bisa memilih berjalan kemana kita suka. Sewaktu saya kesana, saya hanya sempat ke Sentosa dan Marina Bay.

Harga makanan di singapur terbilang mahal. Satu cup es krim harganya $2,90 dikali 9000 kurs dolar singapur ke rupiah. Sudah hampir 27ribu, makanan fast food $7 yang berarti sekitar 63ribu. Jadi kalau hanya 1 hari jalan ke Singapur, lebih baik membawa makanan bekal sendiri.

Itu tadi tips buat backpaker yang ingin ke Singapur. Catatan selama jalan jalan kemarin yang saya dapat adalah sebuah ironi. Ketika sampai di pelabuhan singapur saya melihat gedung gedung tinggi, gantole, dan taman taman yang tertata bersih. Tapi, begitu kembali ke Batam saya disambut dengan pemukiman nelayan yang terlihat kumuh, bangunan yang belum jadi, sampah, jalan yang rusak, dan petugas imigrasi yang perangkatnya sederhana dan seadanya berbeda dengan imigrasi di singapura.

Indonesia memang negeri kaya
tetapi penduduknya miskin. Kemakmuran hanya dinikmati segelintir orang. Kemana uang pajak yang dibayar dengan patuh oleh rakyat? Hmm sebagai rakyat kecil saya hanya bisa berontak lewat tulisan ini dan menunggu nunggu kapan ada sebuah perubahan yang berarti di negeri ini.

Agar Indonesia menjadi negara beradab. Tidak ada lagi jalan berlubang, tidak ada lagi sampah berserakan di pinggir jalan, tidak ada lagi anak di perempatan jalan mengamen karena putus sekolah. Tidak ada lagi ketidakadilan. Semoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s