Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Maslow

Banyak orang termasuk saya sendiri upload foto, menulis status, atau membagi link di media sosial. Lalu umumnya ada reaksi seperti “wah narsis nih…”, “Eksis….” atau “cie cie….”. Reaksi tersebut menurut saya normal karena setiap orang berhak untuk menunjukkan eksistensinya dan begitu juga orang lain berhak untuk berkomentar apa adanya.

Keberadaan media sosial sedikit banyak memenuhi kebutuhan dasar manusia yang ke 4 dan 5 menurut Abraham Maslow (seorang psikolog dari Amerika) yaitu kebutuhan untuk dihargai dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Menurut Maslow, setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Jika telah terpenuhi kebutuhan dasar pertamanya maka akan muncul kebutuhan selanjutnya. Begitu seterusnya sampai tingkat yang tertinggi. Berikut ini adalah Kebutuhan dasar manusia menurut Maslow.

Kebutuhan pertama adalah kebutuhan fisiologis seperti makan, minum, udara, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.  Manusia akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasarnya ini. Jika terpenuhi maka muncullah kebutuhan yang lebih tinggi dan jika tidak terpenuhi maka terkadang ada manusia yang kehilangan kontrol terhadap perilakunya sendiri. Dari sinilah kriminalitas berakar.

Kebutuhan yang kedua adalah kebutuhan akan rasa aman, bebas dari rasa takut dan cemas, stabilitas, keteraturan, dan jaminan keamanan. Pemenuhan akan kebutuhan ini membuat manusia merumuskan peraturan dan norma sosial di masyarakat. Fasilitas pensiun, asuransi adalah contoh usaha pemenuhan atas kebutuhan kedua ini. Seperti halnya kebutuhan dasar pertama, jika tidak terpenuhi maka manusia akan kehilangan kontrol terhadap perilakunya dan memunculkan anggapan negatif terhadap duninya.

 

Kebutuhan ketiga adalah kebutuhan akan kasih sayang dan cinta kasih. Kebutuhan ini muncul setelah kebutuhan dasar dan kebutuhan rasa aman terpenuhi. Setiap orang tentu membutuhkan kehangatan dan tempat untuk mencurahkan kasih sayang dan cinta seperti keluarga, teman, sahabat, kelompok, dll. Pernikahan adalah bukti bahwa manusia merasa butuh untuk mencintai dan dicintai. Sehingga orang yang kurang terpenuhi kebutuhan ini akan berkurang rasa percaya dirinya.

Kebutuhan keempat adalah kebutuhan akan rasa harga diri atau self esteem. Setelah ketiga kebutuhan tersebut terpenuhi maka akan muncul kebutuhan akan harga diri yang berupa : kebutuhan akan rasa percaya diri, kekuatan, penguasaan, kompetensi, kemandirian yang berasal dari dalam diri seseorang. Sedangkan yang berasal dari luar adalah kebutuhan akan penghargaan/apresiasi dari orang lain, status, ketenaran, kebanggaan, bahkan dominasi.

Maka tak heran jika media sosial sekarang ini menjadi sarana untuk pemenuhan kebutuhan keempat ini. Jadi kita semestinya tidak berkomentar negatif terhadap foto, status, atau link yang dibagikan seseorang. Karena sebenarnya kita sendiri mempunyai kesamaan yaitu sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Yang terpenting adalah niat ketika membagikan foto atau status tersebut. Apakah untuk sekedar pamer atau memberikan informasi yang mungkin dibutuhkan orang terhadap diri kita.

Jika seseorang telah terpenuhi kebutuhan akan rasa harga dirinya maka ia akan menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan menyiapkan dirinya untuk kebutuhan selanjutnya yang lebih tinggi.

 

Kebutuhan kelima yaitu kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Ketika manusia bisa memenuhi keempat kebutuhan sebelumnya maka ia akan menjadi pribadi yang matang dan penuh dengan potensi kebaikan yang mampu ia tularkan kepada orang lain. Potensi kebaikan, ilmu-ilmu, pengalaman, nilai-nilai yang dimiliki seseorang inilah yang perlu untuk dibagikan kepada orang lain. Seperti halnya ketika kita mengisi teko dengan air. Ketika airnya sudah penuh maka sebagian airnya harus dikeluarkan ke gelas atau tempat lain.

Ketika seseorang sudah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya maka ia siap untuk mengaktualisasikan dirinya dan apa yang ia punya (ilmu, pengalaman, materi, nilai-nilai, dll) kepada masyarakat atau komunitas dimana ia tinggal. Maka pantaslah ketika rasul mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.

Tetapi jika manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri ini maka yang terjadi adalah apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

 

(Sumber : wikipedia.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s