Agar Anak Mau Makan Sayuran

Para remaja putri, istri, maupun ibu tentu sepakat bahwa sayur sayuran adalah bahan makanan yang sarat gizi. Apalagi untuk anak anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Kandungan dalam berbagai macam sayuran seperti vitamin, mineral, serat, kalsium, dll sangat dibutuhkan agar anak tumbuh dengan sehat.

Akan tetapi ada kalanya anak anak bahkan orang dewasa kurang menyukai sayuran. Beberapa trik berikut ini mungkin bisa membantu anak anak makan sayuran dengan lahap.

| 1. Tambahkan irisan jagung manis dalam sop. Ibu ibu biasanya memasak sop dengan bayam, wortel, brokoli, dan sayuran lain. Menambahkan jagung manis akan menambah cita rasa karena rasa manis dan aroma gurihnya. Anak anak umumnya suka dengan cita rasa manis. Selain itu, bisa juga menambahkan bahan bahan lain di dalam sop seperti taoge, bihun, kacang merah, senerek, buncis, bunga kol, dll. Dengan memasak sop dengan variasi sayuran akan mengurangi rasa bosan atau jenuh karena anak anak akan merasakan cita rasa yang berbeda.

|2. Pastikan sayuran benar benar matang. Sayuran yang dimasak hanya setengah matang akan menyulitkan anak anak ketika mengunyah. Pastikan sayuran empuk dan mudah di gigit namun jangan terlalu matang.

|3. Irisan bawang merah dan cengkeh. Bumbu yang umum digunakan ketika memasak sop adalah bawang putih, garam, dan penyedap. Nah, sekali kali coba tambahkan bawang merah yang diiris dan sedikit cengkeh ke dalam sop. Bahan bahan ini akan menambah rasa dan aroma dari sop tersebut. Juga pada saat penyajian, tambahkan irisan bawang merah goreng. |4. Iris sayuran dengan bentuk yang menarik. Mengiris wortel berbentuk seperti roda, kubis berbentuk segitiga, sawi berbentuk seperti korek api akan membuat anak anak tertarik untuk memakannya.

|5. Libatkan anak ketika memasak. Umumnya ibu ibu ketika memasak lebih suka jika anaknya menunggu dan tidak mengganggu. Namun, perlu dicoba melibatkan anak anak dalam proses memasak. Hal ini akan membuat mereka ingin tahu rasa dari masakan yang ibu masak (otomatis menimbulkan nafsu makan), dan juga melatih mereka bertanggung jawab dan mandiri, dengan pekerjaan pekerjaan sederhana yang ibu bisa berikan kepada mereka. (Batam, 6 Agustus 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s