Selasa, 5 Februari 2013; Catatan birokrasi

              Ketika azzam lahir aku tidak segera menguruskan akte kelahiranya. Yah akhirnya begini, beribet setelah setahun setengah lebih umur azzam. Harus mengurus surat pindah dulu sebelum mengurus akte agar suami, aku dan azzam masuk ke dalam satu kartu keluarga sebagai persyaratan akte. Tapi hal menarik yang aku dapatkan dari mengurus akte ini adalah tentang birokrasi di dua wilayah yang berbeda. Kusebut saja daerah asalku A dan kota tempat tujuanku pindah B.

Berikut ini kisaran retribusi atau’harga’ mengurus administrasi dari kelurahan sampai Catatan Sipil.

Daerah A

Pengantar dari kelurahan (surat pindah+klhiran)               : Rp. 10.000,00

Skck dari  polsek                                                               : Rp. 20.000,00

Mengurus di kecamatan                                                     : Rp. 10.000,00

Capil                                                                                   : Rp.  7.000,00

 

Daerah B

Pengantar RT/RW (KTP+KK)                                        : seikhlasnya untuk pembangunan RT RW

Surat pengantar kelurahan                                          : Rp. 0

Kecamatan (foto, cetak KTP+KK)                                 : Rp. 15.000,00

Capil                                                                             : Rp. 1.000,00 (membeli stopmap)

 

                Memang sih peraturan di setiap daerah berbeda-beda tapi kesan yang kudapat dari perbandingan itu adalah secara umum birokrasi di daerah tempat asalku A lebih ribet dan mahal daripada di wilayah B. Ada beberapa hal yang membuatku heran,

  1. Di kelurahan A ketika selesai menulis administrasi si pegawai meminta persetujuan sekdes ‘ngurus akte + surat pindah berapa, 10.000 ya’, sekdesnya menimpali ‘ya ya’. = tidak transparan dalam mengenakan retribusi/tarif. (semaunya pegawai)
  2.  Dari kelurahan daerah A mengharuskan untuk meminta SKCK di polsek. Padahal ketika menanyakan administrasi surat pindah di daerah B, daerah B tidak menggunakan SKCK. = terkesan bagi bagi jatah

 

Dan yang membuat ganjalan adalah tulisan di polsek daerah A : Bersih dari kolusi, dan nepotisme. Orang yang memperhatikan akan mengkritisi, kata korupsinya mana? Berarti anda tidak berani mencanangkan institusi anda bebas dari korupsi? 

 3. Di kecamatan daerah A surat pindah musti dibungkus amplop, diberi perangko padahal waktu penyerahan di institusi yang dituju amplop itu tidak berpengaruh sama sekali.

Di kecamatan daerah A aku diminta mengurus akte di daerah tujuan (B). Pada waktu di catatan sipil daerah A di tegaskan bahwa akte memakai asas peristiwa, jadi mengurus akte ya di daerah di mana anak dilahirkan.

 

 

                Itu merupakan sebagian dari ganjalan-ganjalan yang aku temui ketika mengurus akte. Aku jadi berpikir kalau reformasi birokrasi memang mutlak diperlukan agar rakyat tidak diperas oleh oknum oknum pegawai. Logisnya, pegawai negeri dibayar oleh rakyat dengan pajak. Untuk apa? Ya untuk melayani rakyat. Melayani rakyat dalam hal apa? Ya dalam hal infrastruktur, ya dalam hal administrasi = kelurahan, kecamatan dan seterusnya dalam hal sumber energy = ESDM dan seterusnya.

                Yang tidak logis adalah ketika oknum pegawai meminta uang jasa (lagi) padahal mereka sudah dibayar oleh pajak. Ketika mengeluarkan uang untuk administrasipun aku agak ngedumel. Beda kalau penarikan uang itu transparan ada kuitansi dan perincian retribusi seperti yang kutemui di Capil B.  dan berbeda pula kalau aku dimintai sumbangan seikhlasnya untuk pembangunan daerah.

                Yang kutemui ini pegawai pemerintah menetapkan tarif layanan yang memang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka. Dengan kata lain matok harga, kalau begini bisa ga ya harga pajak itu ditawar? 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s