a little bit about translation

Senin, 21 Januari 2013

Walaupun belum belajar secara mendalam tentang translation atau penerjemahan, tapi saya akan mencoba sharing sedikit yang saya ketahui tentang translation.

Makna translation

Translation berasal dari bahasa latin trans dan latio yang berarti ‘membawa ke seberang’. Dalam Bahasa Inggris translation mengandung makna ‘The communication of the meaning of a source language text by means of an equivalent target language text’. Yang berarti, komunikasi makna dari bahasa sumber dengan menggunakan sarana yang sama dalam bahasa target.

Poin yang digarisbawahi dalam translation adalah bahwa penerjemahan itu proses transfer makna (transferring meaning) dari bahasa sumber ke bahasa target. Jadi bukan sekedar menerjemahkan kata per kata, kalimat per kalimat. Konteks dari keseluruhan teks harus diketahui dahulu agar penerjemah memiliki pegangan terhadap kata, frase, kalimat atau ungkapan dalam suatu teks.

Prinsip-prinsip translation

 

Menurut Duff (1989) ada beberapa prinsip dalam penerjemahan yang harus dipegang oleh penerjemah. Berikut beberapa prinsip penerjemahan yang saya kutip dari http://www.englishindo.com

1.      Terjemahan harus merefleksikan makna teks aslinya dengan akurat. Tidak boleh ada yang ditambahkan atau dihilangkan dengan seenaknya saja, meski kadang ada bagian makna yang bisa dimodifikasi (ditambahkan atau dihilangkan). Pertanyaan berikut ini mungkin bisa sangat membantu:

a.       Apakah makna bahasa aslinya jelas? Jika tidak dimana letak yang tidak jelas itu berada?

b.      Apakah ada kata tambahan yang dimuat, (kata tambahan) yaitu, apakah ada bagian untuk menjelaskan sesuatu karena tidak adanya padanan?

c.       Apakah makna kata dalam kamus (yang anda gunakan) itu adalah kata yang paling sesuai?

d.      Apakah ada hasil dalam terjemahan yang terdengar tidak alami atau dipaksakan?

2.      Penyusunan kata dan ide dalam terjemahan harus sesuai dengan teks aslinya sedekat mungkin. Hal ini penting dalam menerjemahkan dokumen, surat jaminan, surat kontrak dan lain-lain. Akan tetapi perbedaan-perbedaan dalam struktur bahasa sering membutuhkan perubahan dalam bentuk dan susunan kata. Jika ragu, garis bawahi teks bahasa aslinya dimana letak utama kata yang paling penting itu berada.

3.      Bahasa sering memiliki perbedaan yang sangat besar pada tingkat formalitasnya di dalam konteks yang ada, misalnya surat bisnis. Untuk mengatasinya, penerjemah harus membedakan antara ungkapan formal, ungkapan baku dan ungkapan pribadi yang dipakai oleh penulis bahasa asli ungkapkan. Penting juga mempertimbangkan hal berikut:

a.       Apakah ada ungkapan pada bahasa asli yang terlalu formal/informal, dingin/bersahabat, pribadi/impersonal jika diterjemahkan secara harfiah?

b.       Apa maksud penutur atau penulisnya? Untuk membujuk, meminta maaf, atau mengkritik?

 4.      Salah satu kritik terjemahan yang sering muncul yaitu tentang terjemahan yang tidak alami. Hal ini terjadi karena ide dan pemilihan kata seorang penerjemah terlalu terpaku pada bahasa aslinya. Cara yang baik untuk menghindari pengaruh bahasa sumber adalah dengan meletakkan terjemahan disamping teks bahasa aslinya dan lalu baca terjemahan tersebut dengan suara keras. Hal ini akan membantu membentuk pola pikiran alami yang mungkin tidak terpikirkan saat mata terpaku pada teks bahasa sumber.

5.      Sebaiknya penerjemah tidak mengubah gaya bahasa teks aslinya. Tapi jika memang dibutuhkan, misalkan karena teks bahasa aslinya terdapat banyak pengulangan atau banyaknya tulisan yang salah, penerjemah boleh mengubahnya.

6.      Ungkapan idiom seperti simile, metaphor, pribahasa, tutur, jargon, slang, koloqiual dan frase kata kerja seringkali tidak bisa diterjemahkan. Untuk mengatasinya, ada beberapa petunjuk yang bisa diterapkan, antara lain:

a. Biarkan kata aslinya dengan memberikan tanda petik, contoh: “yuppie”

b. Biarkan ungkapan aslinya, dengan diberi penjelasan harfiah di dalam kurung.
c. Gunakan ungkapan yang tidak idiomatik.

d. Cari ungkapan, frase, peribahasa yang bermakna sama di bahasa target.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam translation

–          Konteks teks

Seperti yang sebutkan diatas mengetahui konteks penting sebelum penerjemah menerjemahkan suatu teks.

–          Struktur tata bahasa

Struktur tata bahasa sumber dan bahasa target juga harus diperhatikan karena jika berbeda akan mempengaruhi aspek waktu yang ada dalam teks.

–          Spelling (ejaan) dan punctuation (tanda baca)

Ejaan dan tanda baca juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Hal ini harus diperhatikan karena untuk mengantisipasi jika terdapat perbedaan dalam 2 bahasa mengenai aturan / konvensi dalam tulis menulisnya.

Referensi:
http://www.englishindo.com

Duff, A. 1987. Translation. London: Oxford University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s